• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
Blue Orange Green Pink Purple

featured-content

Hari Masuk Pertama

Hari ini hari masuk pertama setelah 14 hari alias 336 jam liburan Lebaran. Kangen juga sih ama temen-temen sekolah, tapi (sori aja) nggak kangen sama tugas-tugas yang berlimpah. Untungnya aja di hari pertama masuk ini, cuma halal bihalal. So, nggak ada pelajaran.

Walaupun begitu, meski halal bihalal dan maaf-maafan sama guru-guru, aku, Kusumo, Bondan, dan Adit sempet aja rasan-rasanan sama guru, terutama seorang guru bahasa Inggris tua yang sudah kalian kenal. Nggak lama ketemu mereka, kita ngobrol nggak penting.
Bondan : Dit, Agamamu bar entuk 100, pasa syawal ra?
Adit : Iya, no
Aku (dengan wajah shock) : Tenanan ra? Dadi ngono to yen bar entuk 100
Adit : Yo ora lah. Yen aku pasa syawal, bakal ana meteor jatuh
Aku (dengan wajah lega karena Adit ngga jadi masuk surga) : Ho o. Yen Adit pasa syawal i tanda2 kiamat
Bondan tertawa dengan senang

Tidak lama kemudian Kusumo tiba dengan wajah tidak-jelasnya, lalu masuk kelas XI IPA 2 dan pura-pura tidak mengenali kami. Begitu aku menengok ke kelasnya, ia pura-pura nyulak-nyulak ga jelas dan aku membengokinya dan ia pun keluar.
Lalu kami mengubah topik mengenai fitrah:
Bondan : Aku duwe duit 2000-nan anyar (seraya menepuk-nepuk kantong celananya)
Aku : Ra penting
Bondan lantas menceritakan kisah fantastisnya mengarungi pagar tetangga dalam rangka mencari fitrah lalu aku bertanya pada Kusumo:
Aku : Kus, kowe nyang Delanggu pirang minggu to?
Bondan : 2 minggu to? Delok apa kowe? Paling2 sawah
Kusumo : Ora len. Ana tletong jaran e barang
Bondan : Halah. Aku yo kerep delok tletong jaran
Benar2 udur yang tidak penting

Begitulah pembicaraan kami yang tidak penting hingga bel berbunyi dan aku balik ke kelas buat ngambil topi dan beberapa menit kemudian, secara tidak sadar, aku sudah berada di halaman sekolah buat upacara. Matahari benar2 lagi jahat-jahatnya karena mengeluarkan cahaya yang sangat panas padahal baru jam 7. Setelah ada basa-basi halal bihalal dari ketua mmpk dan Pak Toyibun, akhirnya tibalah acara yang "dinanti-nantikan" oleh semua murid: salaman dengan guru-guru. Salah satu alasan aku enggan acara ini adalah antrean panjang mirip SLT yang menyebalkan. Selain itu, aku males salaman dengan Pak aku-tertipu-aku-terjebak-aku-terperangkap-muslihatmu karena dosanya tidak terampuni (maafkan saya, Pak). Tapi bagaimana pun juga saya sudah berdosa dengan guru biologi, Pak Hapsoro, yang sudah saya buat sebal (tapi aku dewe yo anyel ding) dan Pak elektro (saya lupa siapa namanya) karena saya sudah sering membolos pelajarannya.

Sebenarnya kalo bisa, saya ingin salaman sama Bu Nur ama Bu Endang karena saya membendung dosa tidak terkira tapi nggak bisa. Nggak pa-palah. Maksudku, siapa sih yang mau salaman dengan ********* (ini ada di dunia maya, jadi aku takut kalo ketauan).

Karena tidak ada pelajaran, aku, Kusumo, Bondan, dan Adit kongkow2 di depan markas XI IA 3/ Aku membicarakan rencana plesir ke rumah Adit buat ngopi CD Mika, tapi Aditnya ogah. Akhirnya setelah bermusyawarah dengan Dedi dan Ajeng, alhasil aku dan Kusumo plesir ke SMP 2 dengan meninggalkan Bondan sendirian. Sakke

Sesampai di sana, kami udur tidak penting lagi: ki enake parkir nyang ndi? Setelah terjadi perdebatan yang sengit, akhirnya kami mendapatkan parkir di depan halaman. Persoalan tidak selesai sampai di situ saja: kita pekiwuh sama guru2. Tapi akhirnya dengan gentle, aku maju mantap dan salaman dengan guru2 di sana, terutama Pak Supris, Pak Santosa, dan siapa lagi aku lupa namanya. Setelah itu, kita keliling2 sekolah yang bikin kami ter-wow-wow karena udah jauh beda (sebenarnya cuma Ajeng sih yang wow wow). Bukannya nyari guru, kita malah cari kantin yang sekarang banyak banget kaya Galabo.

Selesai beli jus dan Pop Ice di salah 1 kantin, kita bergegas pergi dari kantin sebab istirahat udah mulai dan kita pekiwuh sama anak2 SMP yang masih kecil2. Kita lanjut jalan2 dan ketemu beberapa guru, seperti:
Aku : Bu Tatik, saya masih utang buku 1 lho
Bu Tatik : Kamu inget to. Kok kamu tambah gendut to?
Aku (dalam hati) : TIDAAK!!!!!! Ini pasti gara2 lebaran
Kata pepatah: Buruk muka cermin dibelah

Dan sayangnya nggak cuma 1 yang bilang, Bu Eny + Bu Novi + bilang aku tambah gendut = membuatku sebal.

Setelah itu tidak ada kejadian berarti, kecuali Ajeng diraba-raba Pak Harmuk dan dibelai Pak Narji-wannabe. Ini membuat hidup menjadi lebih mudah. Setelah selesai bersilahturahmi, kita memutuskan untuk menuju warnet Yahoo


Read More 0 komentar | Diposting oleh tearsofphoenix edit post

0 komentar



Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Color Paper

  • About
      About me. Edit this in the options panel.
  • Labels

    • album (1)
    • bosan (1)
    • favorit (1)
    • kimia (1)
    • lagu (1)
    • masuk (2)
    • pertama (1)
    • tragedi (1)
    • tugas (1)

    Blog Archive

    • ► 2010 (4)
      • ► Oktober (1)
      • ► Mei (1)
      • ► Februari (1)
      • ► Januari (1)
    • ▼ 2009 (7)
      • ► Desember (1)
      • ► November (1)
      • ► Oktober (1)
      • ▼ September (4)
        • Tragedi Kimia
        • Hari Masuk Pertama
        • My fav music
        • Hari2 menuju neraka dunia
  • Search






    • Home
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Edit

    © Copyright Daniel's story. All rights reserved.
    Blogger Layout | Bloggerized by FalconHive.com
    brought to you by Studio House Design

    Back to Top