• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
Blue Orange Green Pink Purple

featured-content

Tes, kisruh, dan kesempatan dalam kesempitan

Hari ini aku habis tes fisika terlaknat yang pernah aku ikuti. Gimana nggak laknat coba, kalau soalnya membuat mulut ingin mengucapkan seluruh isi kebun binatang. Aku ngomongin soal romawi 2 (walau aku sendiri nggak yakin romawi 1 bener semua). Tapi pokoknya susah deh. Kita bahas satu per satu:

1. Nomor satu sendiri adalah soal pengecoh. Soalnya, pertama kali aku menganggap ini adalah perpaduan tumbukan dan elastisitas. Tapi ternyata tidak! Emang kelihatannya ada tumbukan, tapi sebenernya nggak. Jawabanku 2 m/s dan semoga aja bener

2. Nomor dua jauh lebih mengerikan karena ada lebih banyak katrol, dan tali, dan balok daripada yang bisa kalian bayangkan. Yah, nggak segitu-gitunya amat sih. Tapi intinya, benda-benda penyengsara hidup itu (katrol, tali, dan balok) disusun secara tidak logis. Sambil ngerjain, aku berpikir apakah itu mungkin dibuat di nyata. Anyway, soalnya adalah disuruh mencari gaya normal dan gaya berat. Aku sih asal-asalan ngerjainnya karena dikejar waktu. Gaya normalnya 74 N dan beratnya 10 N. Waktu mendengar, Sule (bukan nama sebenarnya) mengatakan 74 N kepada sang master Fisika XI IA 6 dan ia mengangguk, aku senand. Tapi saat Sule ngomong 68 N buat beratnya aku sendiri tidak yakin itu benar. Pokoknya aku memegang prinsip jawabanku yang paling benar

3. Nomor tiga udah pernah dikerjain tapi sayangnya aku lupa rumus ABC. Dan alhasil jawaban terakhirku kacau balau

4. Nomor empat ini adalah perpaduan pisuhan akut dan menipisnya waktu dan menghasilkan keringat berlebih. Sebenarnya soalnya sih simple aja, tapi sekali lagi karena terburu-buru aku cuma bisa berharap jawabanku bener.

5. No comment deh. Soal ini udah berulang kali dibahas sampai jawabannya pun hapalan: 8x (jadi ingat guru matematika "sesat" yang buat soal matematika hapalan jawabannya)

Dan setelah dua jam yang kelihatannya melayang begitu saja. Akhirnya selesai juga tes fisika parah ini. Aku cuma berharap bisa dapet nilai paling nggak 9 (Amin!). Soalnya aku pingin mencapai sesuatu lagi.
Read More 0 komentar | Diposting oleh tearsofphoenix edit post

Khayalan

Dah lama banget yah aku nggak ngeposting. Maklum sibuk sekali manggung di mana-mana. Kali ini aku mau nulis tentang khayalan-khayalanku yang paling liar akibat memainkan beberapa game (ternyata game benar-benar berdampak buruk). Dan game yang aku makudkan adalah Persona 4 (walau Persona 3 juga sering aku khayalin, tapi aku lebih terinfluence sama Persona 4)


Kadang-kadang aku berimajinasi menjadi salah satu tokoh di game itu yang bisa ngeluarin makhluk-makhluk keren (I don't know where they are from, actually. Their mind, maybe). Salah satu alasan aku terinfluence sama P4 daripada P3 adalah karena di P4 nggak pake pistol (atau evoker). Takutnya nanti kalau ketuker sama pistol betulan gimana coba?


Oke kembali ke khayalanku tadi. Jadi aku membayangkan menjadi bagian dari party yang bisa mengeluarkan makhluk keren dan mempunyai skill istimewa. Aku ingat waktu liburan kenaikan kelas X ke XI, aku membayangkan ada anak baru yang mirip Seta Souji (tokoh utama di P4) yang pindah sekolah ke sekolahku. Dan tiba-tiba ada kasus pembunuhan di sekolahku yang korbannya murid-murid di tempatku. Lalu si murid baru itu menyadari kekuatan Personanya dan berusaha menyelamatkan bakal korban pembunuhan yang akhirnya menjadi anggota party yang mempunyai Persona. Yah, kalau ngayal kan kita harus dapat yang enaknya aja dong. Karena itu nggak mau jadi bakal korban pembunuhan. Terus kalau nggak jadi bakal korban, gimana punya Personanya? Jawabannya tak lain dan tak bukan adalah karena keinginanku sendiri yang kuat.


Nah, jadilah aku anggota party yang terakhir (di khayalanku tentunya). Terus bersama delapan orang lainnya, kita menguak siapakah pembunuh murid-murid tidak berdosa tiap bulan purnama itu. Omong-omong, aku baru sadar kalau ternyata ceritanya gabungan antara P3 dan P4 ya? Nah, kalau di P3 dungeonnya di menara sekolah dan P4 di dalam TV, kalau di khayalanku dungeonnya di balik pohon beringin di depan sekolah (dungeon yan benar-benar tidak elit). Jadi di dalam pohon beringin itu ada dunia lain yang ada kotanya dan dungeon. Tiap-tiap korban punya dungeonnya masing-masing dan ada musuh yang disebut shadow. Dan kota itu gunanya buat beli equipment dan fusion persona (khusus tokoh utamanya).


Fitur lainnya yang menggugah (halah!) sanubariku adalah Social Link. Jadi nanti si tokoh utamanya (bukan aku loh!) itu punya hubungan atau relationship sama orang-orang di sekitarnya, termasuk aku. Dan tiap-tiap orang mempunyai arcananya masing-masing. Jadi, jumlahnya ada 21(?) arcana dalam kartu tarot minus Universe. Dan aku punya dua arcana karena di khayalanku personaku ada dua, yaitu (Justice) Gilgamesh dan (Moon) Cassiopeia. Daftar lengkap Social Link ada di sini:
Fool : Detective Club
Magician : Anggota party pertama (aku lupa namanya), kalau nggak salah Rado atau siapa
Priestess : Anggota party keempat (lupa juga namanya)
Emperor : Ketua klub olahraga basket dan karate (kalo nggak salah)
Empress : Anggota party kelima (lupa namanya)
Hierophant : Guru baru di sekolah
Lovers : Anggota party ketujuh (lupa! Astaga ingatanku)
Chariot : Anggota party ketiga. Aku ingatnya ini adalah penduduk asli di balik pohon
Justice : Aku ^-^
Hermit : Murid culun yang cerdas
Fortune : Anggota party kedua yang personanya tipe scan
Strength : Wanita di rumah besar yang suka kucing
Hanged-man : Sekelompok band tidak terkenal di kafe
Death : Tetangga yang mencurigakan
Temperance : Anggota party ke keenam. Cowok beken di sekolah
Tower : ~~~~~~~~ (aku lupa). Eh ingat ding. Ketua klub kimia dan matematika di sekolah
Star : DJ di kafe
Moon : Aku lagi!!!
Sun : Polisi yang ramah
Judgment : Master Detective

Dan yang bikin aku heran adalah aku juga sudah merancang skenario buat Social Link. Jadi ceritanya gini. Tiap S. Link itu punya masalah-masalah sendiri. Dan main character itu bertugas menyelesaikan masalahnya sendiri. Dan khusus buat anggota party, kalau S. Link nya udah maks, persona bakal berevolusi jadi lebih kuat. Masalahku sendiri waktu itu adalah konflik dengan kakak kelas yang kelihatannya benci sama aku. Dan setelah max, personaku berubah dari Gilgamesh, manusia setengah-dewa dari Mesopotamia, menjadi Ea, salah satu dewa (air?) dalam legenda Mesopotamia. Dan Cassioepia, yang merupakan nama bintang (aku yakin ini adalah nama dalam legenda entah apa), berubah menjadi Kaguya-Hime, kisah dongeng terkenal dari Jepang tentang putri dari bulan.


Hebatnya lagi aku udah ngerancang skill-skill yang dimiliki tiap party member. Kayaknya aku udah berpikir terlalu jauh, ya? Kapan-kapan aku kasih daftar lengkapnya, tapi keseluruhan ada empat tipe elemen: Agi (api), Bufu (es), Zio (petir), dan Garu (angin). Kalau healing spell cuma Dia dan Patra.


Nah begitulah kisah khayalanku yang sangat tidak nyata. Tapi dengan berkhayal gini kita kan bisa mengembangkan otak kanan. Betul ga?


Read More 1 Comment | Diposting oleh tearsofphoenix edit post

TOP 40

Lama nggak ngeposting sesuatu, kali ini aku balik buat ngasih chart TOP 40 menurutku. Isinya 40 lagu barat yang keren-keren in my opinion. Ini TOP 40 edisi 41, 11 Oktober 2009 - 17 Oktober 2009

TW

LW

WC

Artist

Title

1

3

6

We The Kings

Heaven Can Wait

2

4

5

Robbie Williams

Bodies

3

6

5

Athlete

Superhuman Touch

4

7

4

A Rocket To The Moon

Mr. Right

5

8

4

Onerepublic

All The Right Moves

6

11

4

Alicia Keys

Doesn’t Mean Anything

7

13

5

Bowling For Soup

No Hoblo Ingles

8

16

5

Alphabeat

The Spell

9

14

3

Kris Allen

Live Like We’re Dying

10

5

6

Alexandra Burke ft. Flo Rida

Bad Boys

11

18

4

Janet Jackson

Make Me

12

20

3

Snow Patrol

Just Say Yes

13

1

6

Michael Buble

Haven’t Met You Yet

14

21

4

Simian Mobile Disco ft. Beth Ditto

Cruel Intentions

15

2

6

Leona Lewis

Happy

16

23

2

Britney Spears

3

17

9

6

Switchfoot

Mess Of Me

18

25

3

Joss Stone

Free Me

19

10

7

Radiohead

These Are My Twisted Words

20

28

2

Foo Fighters

Wheels

21

29

3

John Mayer

Who Says

22

12

7

Weezer

If You Are Wondering If I Want You To

23

15

7

Creed

Overcome

24

33

2

Chris Brown

I Can Transform Ya

25

new

0

Lady Gaga

Bad Romance

26

17

7

Dead By Sunrise

Crawl Back In

27

26

5

Jonas Sees In Color

Loose Threads

28

37

2

Akon

Until U Come Back

29

new

0

30 Seconds To Mars

Kings And Queens

30

19

8

Train

Hey, Soul Sister

31

22

9

Temper Trap

Sweet Disposition

32

24

8

Saosin

Changing

33

new

0

Usher

Papers

34

27

8

Kings Of Convenience

Mrs. Cold

35

30

10

Five For Fighting

Chances

36

31

10

Disney’s Friend For Change

Send It On

37

new

0

Within Temptation ft. Chris Jones

Utopia

38

34

9

Evident

Single Girl

39

35

9

Selena Gomez & The Scene

Falling Down

40

36

9

Breaking Benjamin

I Will Not Bow

Preview Weekend

Tim & Jean

Come Around

Flashback

Fall Out Boy

I Don’t Care


Juara minggu ini adalah We The Kings dengan Heaven Can Wait. Lagunya emang keren abis. Oh, ya, preview weekend adalah lagu baru yang dipreview yang berpotensi masuk chart minggu depan, sedangkan flashback adalah lagu yang pernah jadi juara buat tahun lalu. Dan penghargaan most recommended song for this week adalah Akon dengan Until U Come Back

Read More 0 komentar | Diposting oleh tearsofphoenix edit post
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Color Paper

  • About
      About me. Edit this in the options panel.
  • Labels

    • album (1)
    • bosan (1)
    • favorit (1)
    • kimia (1)
    • lagu (1)
    • masuk (2)
    • pertama (1)
    • tragedi (1)
    • tugas (1)

    Blog Archive

    • ► 2010 (4)
      • ► Oktober (1)
      • ► Mei (1)
      • ► Februari (1)
      • ► Januari (1)
    • ▼ 2009 (7)
      • ▼ Desember (1)
        • Tes, kisruh, dan kesempatan dalam kesempitan
      • ► November (1)
        • Khayalan
      • ► Oktober (1)
        • TOP 40
      • ► September (4)
  • Search






    • Home
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Edit

    © Copyright Daniel's story. All rights reserved.
    Blogger Layout | Bloggerized by FalconHive.com
    brought to you by Studio House Design

    Back to Top